BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di
Era globalisasi saat ini, teknologi terus
berkembang memacu peradaban manusia yang semakin terus berubah. Tidak hanya
perkembangan dari bidang teknologi tetapi juga berkembang dari bidang budaya.
Oleh sebab itu budaya asing dapat ditemui dengan mudah, terutama budaya barat
yang tidak sesuai dengan adat budaya timur seperti Indonesia. Budaya asing
dapat menambah edukasi bagi bangsa Indonesia, terutama dibidang Ilmu
Pengetahuan. Namun budaya asing tidak selalu berdampak positif, kerena dengan
adanya budaya asing, budaya kita sendiri mulai diabaikan.
Kebudayaan itu sangat penting, karena bangsa yang besar adalah bangsa
yang berbudaya. Contohnya Jepang, walaupun Jepang negara maju dan terkenal
dangan teknologinya, masyarakat Jepang tetap menjungjung kebudayaannya yang
merupakan warisan leluhurnya. Berbanding terbalik dengan masyarakat Indonesia
terutama yang berdomisili di kota-kota besar,cara berpakaian, cara bicara,
bahkan sifat, sudah lebih bergaya asing.
Apalagi kini masyarakat kota sudah terprogram untuk bekerja, pulang
untuk istirahat, dan bangun pagi untuk berkerja lagi. Dan bila ada waktu luang,
masyarakat modern lebih sibuk didepan komputer hanya untuk bermain di dunia
maya seperti bermain facebook, twitter, atau bermain game online. Masyarakat
sekarang lebih bangga memiliki banyak teman di dunia maya ketimbang memiliki
banyak teman di dunia nyata. Bahkan bertegur sapa dengan tetanggapun sudah
jarang. Kegiatan tersebut dilakukan terus berulang-ulang tanpa henti, sehingga
tanpa disadari budaya kita yaitu beramah-tamah dan saling menyapa mulai pudar.
Gotong-royong yang dulu dibanggakan kini mulai diabaikan. Kebaya dan batik kini
mulai berganti dengan dress ataupun kain distro yang tidak ada dalam sejarah
kita, dengan alasan kebaya dan batik sudah kuno dan ketinggalan zaman.
Sangat
disayangkan bila melihat Indonesia yang merupakan negara majemuk dengan multiculture terbesar didunia,
mengabaikan kebudayaannya sendiri. Padahal banyak negara lain yang mulai
“meniru” kebudayaan kita, seperti negera Malaysia yang mengakui budaya kita
adalah budaya bangsanya. Apakah kita akan tetap membiarkan hal tersebut terus
terjadi, seharusnya kita malu. Kita seharusnya bisa mempertahankan,
menghidupkan, mengembangkan, memelihara, dan mempopulerkan kebudayaaan
kebudayaan kita sendiri.
Jika
dibiarkan budaya kita sendiri akan luntur. Jika luntur, maka Negara Indonesia
yang dikenal sebagai Negara terhormat dan berbudaya hanya tinggal sejarah. Dari
itu kita harus mampu mempertahan budaya kita. Jangan sampai kita lebih PD dan
lebih merasa gaul jika kita menggunakan budaya asing. Kita harus pandai memilih
budaya apa yang kita gunakan, budaya yang harus sesuai dengan norma dan adat
bangsa Indonesia. Jangan sampai budaya yang kita gunakan melanggar norma,
terutama norma agama yang berhubungan langsung dengan sang maha pencipta.
Kita sebagai warga Negara yang mencintai
tanah kelahirannya, sepatutnya kita dapat menjaga apa yang telah leluhur kita
berikan yaitu berupa “Kebudayaan”. Salah
jika kita mencemooh apa yang telah nenek moyang berikan kepada kita. Dan
merupakan sebuah keanehan jika ada warga Negara jika lebih membanggakan
kebudayaan lain, dan membiarkan kebudayaannya hilang dicuri tetangga.
Marilah jaga kebudayaan dan warisan leluhur kita yang beragam ini.
Alangkah baiknya jika kita tidak hanya menjadi penonton kebudayaan kita
sendiri, tapi ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan itu sendiri. Karena
jika tidak kita siapa penyambung kebudayaan ini ke generasi selanjutnya?. jika
kebudayaan kita luntur, maka anak cucu kita kelak, hanya akan menjadi penikmat dan
penonton kebudayaan asing di masa yang akan datang. Jangan sampai “Penyesalan
datangnya di akhir” itu benar-benar terjadi. Oleh karena itu kami membuat karya
makalah yang berjudul “Melestarikan budaya lokal di Indonesia”.
1.2
Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran
betapa pentingnya melestarikan budaya lokal terhadap kemajuan bangsa, sekaligus
mengingatkan karena melihat betapa kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan
pentingnya melestarikan budaya Indonesia yang beragam ini, dan betapa mudahnya
generasi muda saat ini yang dengan mudahnya dapat dipengaruhi oleh budaya asing
yang tidak sesuai dengan adat budaya timur.
1.3
Perumusan Masalah
-1.3.1 Apa yang dimaksud budaya?
-1.3.2 Apa pengaruh kebudayaan terhadap kemajuan bangsa
Indonesia?
-1.3.3 Bagaimanakah pengaruh
globalisasi terhadap kebudayaan di Indonesia?
-1.3.4 Bagaimana perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini?
-1.3.5 Apa faktor pendukung
lunturnya budaya di Indonesia?
-1.3.6 Bagaimana cara melestarikan
budaya Indonesia?
1.4 Metode
Penelitian
-1.4.1 Buku
-1.4.2 Internet
1.4
Sistematika Penulisan
-1.4.1 Pengesahan
-1.4.2 Kata Pengantar
-1.4.3 Daftar isi
-1.4.4 Pendahuluan
-1.4.5 Pembahasan
-1.4.6 Penutup
BAB
II PEMBAHASAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
2.1 Pengertian/Definisi
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana
juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan
menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.
budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut
menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan
meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami
kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam
definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai
yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas
keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil
bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme
kasar" di Amerika,
"keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan
"kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa
tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang
layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling
bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang
menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas
seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
2.1.1 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi
yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI
INDONESIA 5
|
Menurut Edward Burnett Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni,
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2.1.2 Pengertian Kebudayaan Indonesia
Budaya Indonesia adalah
seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan
asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka
pada tahun 1945.
2.1.2.1 Kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai
identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP
MPR No.II tahun 1998, yakni:
MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI
INDONESIA 6
|
Kebudayaan
nasional dalam pandangan Ki Hajar
Dewantara adalah
“puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada
paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan
daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum
nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang
diberikan oleh Koentjaraningrat dapat
dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun
asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah
kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan
daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang
Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi,
“Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang
tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran
dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh
kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan
kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32
dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan
perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional
tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di
amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk
mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan
nasional. Kebudayaan
bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi
puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan
nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada
posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan
nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan
mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan
bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi
nasional.
2.1.2 Unsur-unsur
Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli
yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai
berikut:
1. Melville
J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
·
alat-alat teknologi
·
sistem ekonomi
·
keluarga
·
kekuasaan politik
2. Bronislaw
Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
·
sistem norma sosial yang memungkinkan kerja
sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
·
organisasi ekonomi
·
alat-alat dan lembaga-lembaga atau
petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
·
organisasi kekuatan (politik)
MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI
INDONESIA 7
|
2.1.3
Wujud dan Komponen Kebudayaan
1.
Wujud Kebudayaan
- Gagasan (Wujud ideal),Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
- Aktivitas (tindakan), adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
- Artefak (karya), Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI
INDONESIA 8
|
2.
Komponen Kebudayaan
Berdasarkan
wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli
antropologi Cateora, yaitu :
- Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
Kebudayaan non material
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak
yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita
rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI
INDONESIA 9
|
- Lembaga sosial
Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
- Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
- Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, musik, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut. -
BahasaMELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA 10
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
2.1.4
Hubungan Antara Unsur-unsur Kebudayaan
1.
Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi menyangkut cara-cara
atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan
perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan
masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam
memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang
berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit
mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan
unsur kebudayaan fisik), yaitu:
·
alat-alat
produktif
·
senjata
·
wadah
·
alat-alat
menyalakan api
·
makanan
·
pakaian
·
tempat
berlindung dan perumahan
·
alat-alat transportasi
2.
Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem
kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa
sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan
untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
Kekerabatan
adalah unit-unit sosial yang terdiri dari
beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan.
Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik,
paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.
Dalam
kajian sosiologi-antropologi,
ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil
hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di
masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga
inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara
itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat,
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi
sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup
bersama-sama, manusia membentuk organisasi
sosial untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
3.
Sistem mata pencaharian
Perhatian
para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah
mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
·
Berburu dan meramu
·
Beternak
·
Bercocok
tanam di ladang
·
Menangkap ikan
4. Bahasa
Bahasa adalah alat atau
perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan,
baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan
menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.
Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah
laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan
segala bentuk masyarakat.
Bahasa
memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi
khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi,
dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan
fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan
sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari
naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu
pengetahuan dan teknologi.
5. Kesenian
Kesenian
mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan
keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai
makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak
kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
5.
Sistem Kepercayaan
Ada kalanya pengetahuan,
pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan
mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul
keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad
raya ini,
yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya.
Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat,
manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem
kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama
dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama
(bahasa
Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa
Latin religare, yang
berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting
dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion(Kamus
Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
...
sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama
untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang
terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan
kebahagiaan sejati.
Agama
biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama
Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama
dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama
juga memengaruhi kesenian.
2.2 Budaya Untuk Kemajuan Bangsa
Budaya
sangat
penting untuk kemajuan bangsa, karena selain agama, budaya juga dapat
mempengaruhi arah dan tujuan hidup. Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kompleks.
Keberagaman budaya bukanlah suatu pembeda yang dapat menjadi perpecahan,
melainkan untuk dijadikan sarana agar dapat saling mengenal antara budaya yang
satu dengan budaya lainnya. Perubahan dan perkembangan budaya di suatu
masyarakat, tidak terlepas dari perkembangan pola pikir masyarakat itu sendiri.
Di belahan dunia mana pun,
kebudayaan menjadi kunci untuk kemajuan bangsa. Budaya suatu bangsa selalu
berubah dan bersifat dinamis, tergantung dari pengelolaan masyarakat dan bangsa
itu sendiri.
Sebagai contoh, China yang semula
mengusung budaya tertutup dan kolektivisme sehingga masyarakatnya sulit maju
dan berkembang. Namun, perubahan secara struktural disertai perubahan kebudayaan
yang mengarah pada penghargaan kreativitas individu dan kepemilikan pribadi,
masyarakat China bisa berkembang. Beberapa negara yang kebudayaannya berubah
secara dinamis, diantaranya Singapura dan Korea yang mengusung kerja keras dan
disiplin tinggi sehingga masyarakatnya berkembang dengan pesat.
Direktur Eksekutif Reform Institute,
Yudi Latif, dalam diskusi “Penyerbukan Silang Antarbudaya: Sebagai Strategi
Kebudayaan” yang diselenggarakan oleh Yayasan Nasional Building (Nabil) pada
hari Kamis (2/8) di Jakarta, mengatakan, “Indonesia memiliki potensi untuk
berkembang pesat dengan penyerbukan (baca: pernikahan) silang antarbudaya.”
Model penyerbukan silang antarbudaya sudah terbukti efektif pada masa lalu,
seperti perpaduan antara kebudayaan Hindu, China, dan Islam, yang kemudian
melahirkan kebudayaan baru yang penuh toleransi dan memutuskan setiap persoalan
melalui musyawarah.
Indonesia pada masa lalu pun bisa
maju karena mengutamakan potensi maritim. “Jika Indonesia kini makin terpuruk, hal itu disebabkan potensi
maritim dan penyerbukan silang antarbudaya diabaikan. Masing-masing kelompok
merasa paling hebat,” kata Yudi.
Pendiri Yayasan Nabil, Eddie
Lembong, mengatakan, “Jika ingin maju Indonesia harus mengoptimalkan potensi
maritim serta mengoptimalkan kebudayaan-kebudayaan Nusantara yang sangat
beragam.”
Keberagaman ini harus
kita lihat sebagai sisi positif sekaligus keuntungan yang dimiliki bangsa
Indonesia. Misalnya, perbedaan budaya di Indonesia yang beraneka ragam membuat
masyarakat di dunia internasional tertarik untuk berkunjung ke Indonesia.
Banyak turis asing yang datang bukan hanya sekadar liburan atau rekreasi
semata, tetapi lebih dari itu untuk mengenal budaya negara kita yang pada
akhirnya akan menambah devisa melalui pariwisata, bertambahnya lapangan kerja
seperti pemandu wisata sangat dibutuhkan turis asing, pembangunan hotel dan
penginapan yang menyerap karyawan sekaligus menambah pendapatan negara dari
sektor pajak, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar melalui penjualan
aksesori dan atribut budaya daerahnya, serta berbagai keuntungan lain yang bisa
didapat oleh masyarakat dan negara Indonesia.
Lain halnya jika masyarakat
menganggap perbedaan budaya sebagai suatu ancaman, maka perbedaan itulah yang
akan mengahancurkan bangsa tersebut. Sebagai contoh, perang antarsuku di Papua
yang hingga saat ini masih sering terjadi. Kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah,
dan kerusuhan Ambon, Maluku, yang disebabkan perbedaan suku dan agama, dan
masih banyak lagi pengalaman buruk lain dari sejarah bangsa Indonesia yang
disebabkan oleh pandangan sempit mengenai keberagaman.
Setiap manusia pasti
memiliki sikap yang berbeda dalam menanggapi perbedaan itu sendiri. Entah itu
Anda atau saya, pasti memiliki perbedaan baik dari segi budaya maupun pola
pikir.
2.2.1 Faktor Budaya Yang Mendorong Kemajuan
Bangsa
Budaya yang mendorong kemajuan bangsa adalah Produktivitas
kemajuan teknologi merupakan salah satu sisi untuk meningkatkan produktivitas,
sisi yang lain adalah penambahan modal dan tenaga kerja. Semakin banyak tenaga
kerja yang di gunakan, semakin meningkat pula produksi. Hanya saja apabila
penggunaan tenaga kerja telah mencapai puncaknya, dalam arti penambahan
tenaga kerja sudah tidak efektip lagi(Walaupun ada penambahan tenaga kerja
tetapi tidak menambahi penambahan produksi),di perlukan penambahan modal.
Begitupun
pula sebaliknya sejumlah modal hanya dikerjakan oleh tenaga kerja di bawah batas
yang diperlukan, sehingga modal itu belum berproduksi sesuai dengan kapasitasnya.
Pemanfaatan tenaga kerja ini bukan dilihat dari segi kuantitasnya. Untuk
memperoleh produktivitas yang optimal dipergunakan penggunaan faktor-faktor
pruduksi (modal, sumber daya manusia,dan alam) secara optimal pula, tanpa
mengabaikan pertimbangan antara faktor produksi itu.
Modal akan mengurangi kenuntungan
karenamodal mengalami penyusutan. Begitu juga sumber budaya manusia
apabila tidak dipergunakanpun akan menimbulkan masalah-masalah sosial, di
samping juga upah-aset yang tidak produktif.
Untuk menaikan produktivitas barang
modal adalah dengan mempergunakan teknologi madern, dan untuk
meningkatkan produktivitas sumber daya manusia adalah dengan pendidikan,
latihan serta alih teknologi.
Kemajuan dan perkembangan yang hanya
terbatas pada kemajuan material saja akan menimbulkan kepincangan pada
kehidupan manusia. Hidup mereka kurang sempurna, berat sebelah dan batin mereka
akan kosong. Akibatnya tidak akan memperoleh ketentraman, ketertiban hidup,
melainkan justru dapat lebih merusak.
Akan hilanglah sifat kebersamaan dan
tenggang rasa, karena sagala tindakan manusia akan diperhitungkan seberapa
besar tindakan itumenguntungkan dirinya sehingga rasa kemanusiaan akan lenyap,
karena saingan hidup sesama manusia.
Sebagai penentu kemanusiaan akal dan
budi pasti selalu menuntut suasana yang menggambarkan dijaminnya kemanusiaan
tersebut. Wujudnya ialah suatu suasana kehidupan yang ditaburi oleh rasa kasih
antara anggota masyarakat sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, suatu kehidupan
yang damai, tentram, bebas dari rasa takut akan pihak lain.
Di satu sisi akal dan budi selalu
mengajak berbuat dengan tindakan-tindakan yang sesuai dengan moral, di sisi
lain pada manusia ada nafsu yang menyeretnya kepada tindakan yang tidak baik
dan merusak kemanusiaan. Namun sesungguhnya nafsu itu tidak selamanya buruk,
sebab nafsu itu tidak lebih dari keinginan atau hasrat saja untuk memuaskan
atau menyenangkan diri.
Untuk menjadi manusia susila yang
berbudaya, manusia yang sadar akan perannya sebagai pengemban nilai-nilai
moral, ialah manusia yang selalu berusaha memperhatikan dengan sunggu-sungguh
penerangan akal dan budi dan berusaha menaatinya.
FilsufHegel dalam abad ke-19
membahas budaya sebagai keterasingan manusia dengan dirinya sendiri. Dalam
berbudaya manusia tak menerima begitu saja apa yang di sediakan oleh alam,
tetapi mengubahnya dan mengembangkannya lebih lanjut. Dengan berbuat demikian
itu terjadi jurang antara manusia dengan dirinya yang dialami. Itulah yang
dimaksud dengan keterlepasan atau keterasingan dan sebagai akibatnya terjadilah
ketegangan yang terus menerus mendorong kemajuan itu.
Budaya Barat selain memiliki dampak
negatif juga memiliki dampak positif dan perlu ditiru, seperti budaya kerja
keras, budaya disiplin, budaya bersih dan teratur serta budaya cinta ilmu dan
milakukan penelitian.
Ini hanya beberapa contoh dari budaya yang mendorong kemajuan dan budaya
gotong royong, kita sebagai orang pribumi yang akhirnya merdeka setelah
dijajah berabad abad oeleh para penjajah kalau kita tidak saling bergotong
royong bersama sama dan memiliki tekat yang bulat untuk merdeka rasanya sulit
untuk bias lepas dari penjajah,bergotong royong sangatlah penting dimasyarakat
ini apabila kita sering bergotong royong akan timbul rasa kebersamaan untuk
saling membantu sama lain dan rasa tidak egois,jadi marilah kita melestarikan
budaya gotong royong karena budaya gotong royong dapat memajukan suatu bangsa
dengan kebersamaan dan tekat yang sama untuk melestarikan dan mensejahterakan
rakyat dan bangsanya.
Jadi menurut pendapat saya budaya
yang dapat menghambat kemajuan sebaiknya harus cepat ditinggalkan karena
semakin lama budaya itu melekat pada bangsa ini maka akan mempengaruhi
produktifitas bangsa ini akan berkurang kualitas kerjanya seperti contohnya
Budaya Mencontek,apabila seluruh masyarakat tidak mau berusaha hanya melihat
punya orang lain tidak menutup kemungkinan rakyat bangsa ini akan menjadi malas
walaupun tidak semua rakyat seperti itu apalagi Budaya Korupsi, itu sangat
menghambat kemajuan karena akan merusak dibanyak sector sector penting dalam
suatu Negara, seperti yang telah dijelaskan tadi korupsi akan merusak ekonomi
kesejahteraan rakyat dan moral orang itu sendiri dan akan menjelekan nama
Negara itu sendiri. Sebaiknya kita tinggalkan budaya korupsi dan mencontek dan
kita tingkatkan budaya gotong royong,disiplin,kerja keras dan yang positif
lainnya,karena apabila orang itu bekerja keras mau berusaha dan mencari
pengetahuan maka orang itupun akan menjadi orang yang berguna dan secara tidak
sengaja akan meningkatkan produktifitas budaya bangsa itu sendiri.
2.2.2 Faktor Budaya Yang Menghambat Kemajuan
Bangsa
1.
Korupsi
Korupsi adalah penyalah gunaan
jabatan resmi untuk keuntungan pribadi,seharusnya apabila kita mempunyai atau
berkedudukan jabatan yang tinggi digunakan untuk hal yang positif bukan malah
menyalahgunakannya.korupsi adalah suatu perbuatan yang sampai saat ini sulit
untuk dihilangkan dari Indonesia dan sudah menjadi budaya dalam negeri
ini,korupsi sangatlah merugikan semua orang yang seharusnya uang yang diberikan
untuk kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu tapi ini malah diambil
sebagian uangnya untuk kebutuhan sepihak itu sesuatu hal yang tidak adil
sebagai orang yang mempunyai akal dan pengetahuan,oleh sebab itu banyak dampak
negative dari korupsi antara lain :
Korupsi menunjukan tantangan serius
terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit Demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good
governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan
umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di
pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban
hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam
pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari
pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat
diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan,
korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti
kepercayaan dan toleransi.
Korupsi
juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan.
Korupsi
juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang
tinggi. Dalam sektor private, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian
dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup,
dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang
menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah
birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan
menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana
korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan “lapangan
perniagaan”. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai
hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.
Korupsi
menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek
masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin
menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi,
yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi
pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan
lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan
infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.
2. Mencontek
Selain
korupsi budaya Mencontek juga
telah menyebar diberbagai Negara ini,mencontek adalah perbuatan yang dilakukan
oleh seorang pelajar yang malas untuk mencari tahu jawaban dari sebuah
persoalan yang diberikan,zaman sekarang ini budaya mencontek sudah menjadi
suatu hal yang biasa mulai dari anak sekolah dasar sampai seseorang yang
bersekolah diperguruan tinggi negeri maupun swasta,orang yang melakukan
perbuatan mencontek biasanya karena soal yang diberikan terlalu sulit untuk dia
kerjakan sehingga membuat dia putus asa dan malas akhirnya dia memutuskan untuk
mencontek. Pada saat ini internet sudah menyebar diseluruh belahan bumi
sehingga membuat pelaku pelaku dengan sangat mudah mencari bahan Contekan melalui internet,banyak sekali
faktor faktor pendukung untuk membuat orang menjadi suka mencontek,salah
satunya telepon genggam,pada jaman sekarang telepon genggam sudah bukan menjadi
hal yang tabu lagi,banyak anak anak muda sekarang bahkan anak kecil yang sudah
memiliki benda tersebut,pergaulan yang bebas dan perkembangan teknologi yang
begitu cepat dapat merubah suatu budaya kental dengan kesederhanaan menjadi
budaya yang modern. Pada saat ini telepon genggam digunakan tidak hanya untuk
komunikasi tetapi juga digunakan untuk Mencontek,dengan cara memberikan jawaban
atau menanyakan pertanyaan yang tidak diketahui melalui pesan singkat,dan media
social lainnya,oleh sebab itu apabila budaya mencontek ini dibiarkan terus
menerus makan aka nada banyak orang orang yang malas,akibat dari kemalasan
tersebut orang itu akan bodoh dan apabla orang itu bodoh atau tidak mempunyai
ilmu pengetahuan makan orang tersebut tidak bias mempunyai pekerjaan karena dia
tidak mempunyai pekerjaan maka orang itupun menganggur apabila sudah menganggur
dia tidak mempunyai uang untuk membiayai hidupnya kalau sudah begitu pasti aka
nada banyak masalah masalah baru yang timbul akibat dari pengangguran contohnya
seperti merampok,menjual uang palsu dan sebgainya oleh karena itu hilangkanlah
budaya mencontek tersebut.
2.3 Pengaruh Globalisasi Terhadap
Kebudayaan Indonesia
Globalisasi
adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam
masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.
Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi
proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan.
Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus
dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan
kehidupan. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian
orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan
dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya
menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi
gaya hidup, orientasi, dan budaya. Dalam perkembangannya globalisasi
menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya ,hilangnya
budaya asli suatu daerah atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai
budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme,hilangnya sifat
kekeluargaan dan gotong royong,kehilangan kepercayaan diri, dan gaya
hidup kebarat-baratan.
Selain itu saat ini masyarakat sedang mengalami serbuan
yang hebat dari berbagai produk pornografi berupa tabloid, majalah, buku bacaan
di media cetak, televisi, radio, dan terutama adalah peredaran bebas VCD. Baik
yang datang dari luar negeri maupun yang diproduksi sendiri. Walaupun media
pernografi bukan barang baru bagi Indonesia, namun tidak pernah dalam skala
seluas sekarang. Bahkan beberapa orang asing menganggap Indonesia sebagai
”surga pornografi” karena sangat mudahnya mendapat produk-produk pornografi dan
harganya pun murah. Dan contoh
lain misal kita berjalan-jalan di mall atau di tempat publik sangat
mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim dan mengumbar aurat.
Dimana budaya itu sangat bertentangan dengan dengan norma yang ada di
Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sex di kalangan
remaja masa kini. Terbukti dengan adanya video porno yang pemerannya adalah
orang-orang Indonesia.
Di sini pemerintah dituntut untuk bersikap aktif tidak
masa bodoh melihat perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Menghimbau dan
kalau perlu melarang berbagai sepak terjang masyarakat yabg berperilaku yang
tidak semestinya. Misalnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyarankan
agar televisi tidak merayakan goyang erotis denga puser atau perut kelihatan.
Ternyata dampaknya cukup terasa, banyak televisi yang tidak menayangkan artis
yang berpakaian minim.
Dari
uraian dan penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak globalisasi
kenyataannya sangat berpengaruh terhadap prilaku dan budaya masyarakat
Indonesia dimana fenomena pengglobalan dunia
harus disikapi dengan arif dan positif thinking karena globalisasi dan
modernisasi sangat diperlukan dan bermanfaat bagi kemajuan. Namun kita tidak
boleh lengah dan terlena, karena era keterbukaan dan kebebasan itu juga
menimbulkan pengaruh negatif yang akan merusak budaya bangsa. Menolak globalisasi
bukanlah pilihan tepat, karena itu berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Akan tetapi perlu kecerdasan dalam menyaring efek globalisasi.
Akses kemajuan teknologi informatika dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai
pelestari dan pengembang nilai-nilai budaya lokal.Jati diri daerah harus terus
tertanam dijiwa masyarskat Indonesia, serta harus terus, meningkatkan
nilai-nilai keagamaaan.
2.4 Keadaan Budaya Indonesia saat ini
1.
Pada Masyarakat
Dari penjelasan yang telah
dijelaskan, bahwa pengertian Kebudayaan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan
manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan
menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi
tingkah lakunya. Penetrasi kebudayaan pada zaman sekarang sudah jauh berbeda
dengan budaya Indonesia sebelumnya, contohnya pada Budaya barat yang sekarang
terus mengerus kebudayaan asli Indonesia sendiri, misalnya hilangnya rasa
hormat anak kepada orangtuanya, budaya sungkeman sudah dilihat jarang, budaya
berpacaran yang berlebihan hingga berimbas kepada sex bebas.
Ini
semua merupakan kendala bagi moral
penerus bangsa yang nantinya merusak moral, hingga bangsa sendiri. Semoga
Negara tidak buta melihat fakta ini.
2.
Pada Pemerintah.
Budaya yang berada pada pemerintah
pasti tidak hilang dari budaya politik, namun budaya politik yang sehatlah yang
dapat merubah dari keterpurukan menuju kesejahteraan masyarakatnya.
Pada tahun terdahulu, saat para
Pahlawan dan pemuda berjuang mati-matian demi memerdekakan Negara ini, kekuatan
NASIONALISME yang kuat mereka bisa mewujudkan keinginan mereka, namun sekarang
berbeda 180 derajat, Budaya politik sudah tidak sehat, para pemegang kekuasaan
hanya memikirkan perut mereka sendiri yang hingga akhirnya rakyat yang menjadi
korbanya, budaya dipemerintahan sekarang hanyalah ucapan kosong para pejabat
yang manis saat awal pencalonan, namun pahit disaat menjabat bagi para
rakyatnya.
Kelalaian demi kelalaian terjadi,
kemiskinan meningkat, kisruh masyarakat meruak, hingga nyawa rakyat tak tahan
kuat untuk hidup alias meninggal dunia. Kemana selama ini pemerintah, Indonesia
melakukan rencana yang hanya bagus diawal saja, namun terbengkalai diakhirnya
hingga mungkin hilang biaya rencana alias (Korupsi).
Seperti yang kita ketahui,
perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya,
indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita
terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia
sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari
sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia.
Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang,
dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu
banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah
berkembang menjadi masyarakat modern namun akhir-akhir ini indonesia semakin
gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar
lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong
terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal
ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam
masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai
penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat
(external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture
contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan
lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan
kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Masyarakat Indonesia dewasa ini
sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan
reformasi secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada
kegiatan pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat
pelaksanaannya. Di lain pihak,
tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuan nilai-nilai budaya,
norma-norma sosial dan orientasi baru. Tidaklah mengherankan apabila masyarakat
Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalami
kelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa
ini.
Penerapan
teknologi maju untuk mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu
telah menuntut pengembangan perangkat nilai budaya, norma sosial disamping
ketrampilan dan keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya.
Penerapan teknologi maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal
yang besar (intensive capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola
secara professional (management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi
seoptimal mungkin; Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan
dan professional dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement
orientation).
Tanpa
disadari, kenyataan tersebut, telah memacu perkembangan tatanan sosial di
segenap sector kehidupan yang pada gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi
pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dalam proses perkembangan sosial budaya
itu, biasanya hanya mereka yang mempunyai berbagai keunggulan sosial-politik,
ekonomi dan teknologi yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan bebas.
Akibatnya mereka yang tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya,
dan memperlebar serta memperdalam kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat
menimbulkan kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam
masyarakat majemuk dengan multi kulturnya.
Keterbatasan lingkungan (environment
scarcity)
Penerapan
teknologi maju yang mahal biayanya cenderung bersifat exploitative dan expansif
dalam pelaksanaannya. Untuk mengejar keuntungan materi seoptimal mungkin,
mesin-mesin berat yang mahal harganya dan beaya perawatannya, mendorong
pengusaha untuk menggunakannya secara intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan
dhutan secara besar-besaran tanpa mengenal waktu siang dan malam, demikian juga
mesin pabrik harus bekerja terus menerus dan mengoah bahan mentah menjadi
barang jadi yang siap di lempar ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang
diperlukan telah menimbulkan tekanan pada lingkungan yang pada gilirannya
mengancam kehidupan penduduk yang dilahirkan, dibesarkan dan mengembangkan
kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara besar-besaran.
Di
samping itu penerapan teknologi maju juga cenderung tidak mengenal batas
lingkungan geografik, sosial dan kebudayaan maupun politik. Di mana ada sumber
daya alam yang diperlukan untuk memperlancar kegiatan industri yang ditopang
dengan peralatan modern, kesana pula mesin-mesin modern didatangkan dan
digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan (ecological wisdom) penduduk
setempat.
Ketimpangan
sosial-budaya antar penduduk pedesaan dan perkotaan ini pada gilirannya juga
menjadi salah satu pemicu perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai
budaya yang befungsi sebagai pedoman dan kerangka acuan penduduk perdesaan yang
harus nmampu memperluas jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang
seringkali dilupakan orang adalah lumpuhnya pranata sosial lama sehingga
penduduk seolah-olahkehilangan pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun
pranata sosial itu masih ada, namun tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan
pendudduk sehari-hari. Seolah-olah terah terjadi kelumpuhan sosial seperti
kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan liar oleh orang kota, penyitaan kayu
tebangan tanpa alas an hokum yang jelas, penguasaan lahan oleh mereka yang
tidak berhak.
Kelumpuhan
sosial itu telah menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan dan berlanjut
dengan pertikaian yang disertai kekerasan ataupun amuk.
Seperti
yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun.
Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek
moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk
indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun
dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya
Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin
berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia.
Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini
telah berkembang menjadi masyarakat modern namun akhir-akhir ini indonesia
semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat
luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong
terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal
ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam
masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai
penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat
(external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture
contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan
lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan
kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Didalam budaya seni, indonesia
mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang
cukup baik dan telah meranjak ke internasional. Akan tetapi ada beberapa bagian
dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari budaya
yang di klaim oleh negara lain:
1.
Batik dari jawa oleh Adidas
2.
Naskah kuno dari riau oleh pemerintah malaysia
3.
Naskah kuno dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
4.
Naskah kuno dari sulawesi selatan oleh pemerintah malaysia
5.
Naskah kuno dari sulawesi tenggara oleh pemerintah malaysia
6.
Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7.
Sambal bajak dari jawa tengah oleh oknum WN belanda
8.
Sambal petai dari riau oleh oknum WN belanda
9.
Tempe dari jawa oleh beberapa perusahaan asing
10.
Lagu rasa sayange dari maluku oleh pemerintah malaysia
11.
Tari reog ponorogo dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
12.
Lagu soleram dari riau oleh pemerintah malaysia
13.
Lagu injit-injit semut dari jambi oleh pemerintah malaysia
14.
Alat musik gamelan dari jawa oleh pemerintah malaysia
15.
Tari kuda lumping dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
16.
Tari piring dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
17.
Lagu kakak tua dari maluku oleh pemerintah malaysia
18.
Lagu anak kambing saya dari nusa tenggara oleh pemerintah malaysia
19.
Kursi taman dengan ornamen ukir khas jepara jawa tengah oleh oknum WN perancis
20.
Pigura dengan ornamen ukir khas jepara dari jawa tengan oleh oknum WN inggris
21.
Motif batik perang dari yogyakarta oleh pemerintah malaysia
22.
Desain kerajinan perak desak suwarti dari bali oleh oknum WN amerika
23.
Produk berbahan rempah-rempah dan tanaman obat asli indonesia oleh shiseido Co.
Ltd
24.
Badik tumbuk lada oleh pemerintah malaysia
25.
Kopi gayo dari aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) belanda
26.
Kopi toraja dari sulawesi selatan oleh perusahaan jepang
27.
Musik indang sungai garinggiang dari sumatera barat oleh malaysia
28.
Kain ulos oleh malaysia
29.
Alat musik angklung oleh pemerintah malaysia
30.Lagu jali-jali oleh pemerintah malaysia
31. Tari pendet dari bali oleh pemerintah malaysia
Dari
data tersebut, bisa dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang
memperhatikan bagian dari budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat
indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan
sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk
perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan
pentingnya pengetahuan budaya indonesia.
2.5
Lunturnya Budaya Indonesia
Kebudayaan-kebudayaan bangsa sekarang sudah
mulai luntur dari masyarakat kita karena masyarakat kita khususnya para pemuda
lebih condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asli kita
sendiri. Sebagai contoh para remaja putri atau pemudi kita lebih senang meniru
memakai celana pendek seperti remaja putri atau pemudi bule yang ternyata
merupakan kebudayaan barat yang mereka anggap dapat membuat mereka lebih cantik
dari pada memakai pakaian yang menutup anggota tubuh yang merupakan salah ciri
khas kita sebagai negara yang penuh sopan santun dan keramahannya. Remaja
sekarang ini berbeda jauh dengan remaja-remaja zaman dulu. Jika remaja dulu
cenderung aktif, kreatif, ulet dan mau berusaha sedangkan remaja sekarang ini
sudah dimanjakan dengan peralatan serba canggih dan makanan instan, dan
kebanyakan tidak mau berusaha dengan keras, sebagi generasi penerus hendaknya
kita harus berusaha lebih keras . Zaman yang serba ada ternyata mampu membuat
seorang menjadi pemalas dan lamban dalam berfikir serta bertindak.
Nasib bangsa Indonesia dan nilai-nilai
kebudayaan sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen masyarakat
khususnya kaum muda sebagai generasi penerus. Sayang sekali sampai dengan saat
ini, masyarakat Indonesia mengalami krisis kebudayaan. hal ini disebabkan
Kebudayaan asli bangsa Indonesia dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak
dikembangkan oleh pihak-pihak yang berkompeten . Bahkan kebudayaan asli bangsa
terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing khususnya
kebudayaan barat. Watak-watak negatif masyarakat Indonesia seperti munafik,
feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak
suka bisnis, harus dihilangkan dan diganti dengan watak-watak yang baik.
Semangat rakyat yang senang bergotong royong dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan, bermusyawarah memutuskan cara penyelesaian masalah sudah sangat jarang
terlihat. Nilai-nilai kebudayaanpun sudah mulai hilang terlindas oleh kemajuan
jaman . Dahulu, nilai gotong royong sangat terasa sekali, jika ada tetangga
yang melaksanakan hajatan. Ketika petani mau menanam padi atau kedelai di
ladang atau panenan, pasti tidak bayar, upahnya hanya makan pagi dan siang atau
makan kecil. Jadi, kalau ada diantara mereka menanam atau memanen, maka warga
yang lainnya ikut gotong royong dan begitu sebaliknya, terjadi semacam barter
tenaga. Sekarang keadaanya telah bergeser, kalau mau bercocok tanam atau
panenan sudah harus memperhitungkan upah. Bahkan sekarang jika ada kentongan
dipukul untuk bergotong royong di rumah tetangga, banyak orang yang berfikir
praktis, cukup memberi uang dan tidak udah ikut gotong royong.
Itulah mengapa indonesia krisis Identitas
nasional, padahal Negara merupakan suatu gambaran komunitas politik dimana
masyarakat menyatakan dirinya sebagai bagian dari sebuah negara tersebut
(Benedict Anderson,1991). Sedangkan secara umum Identitas Nasional diartikan
sebagai keanggotaan seseorang dalam sebuah negara.
Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat
khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikan serta
membedakannya dengan hal-hal lain. Nasional berasal dari kata “nation” yang
memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu
yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama.Jadi,
Identitas Nasional adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang
membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Identitas Nasional Indonesia
meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan
bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia,
demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi dan agama, politik negara,
ekonomi, dan pertahanan keamanan. Identitas nasional merupakan konsep suatu
bangsa mengenai dirinya sendiri. Indonesia merupakan negara yang memiliki
beraneka ragam kebudayaan yang terdiri dari berbagai macam suku dari sabang
sampai merauke dan pastinya memiliki keanekaragaman identitas nasional. Basis
dari identitas nasional diantaranya socially (yaitu identitas yang mengarah
kepada peran sosial dalam masyarakat berdasarkan proses sosialisasi dari
individu yang berbeda), culturally (yaitu identitas yang mengarah kepada
atribut kebudayaan) ,politically (identitas yang mengarah kepada sumber politik
dari peran sosial dalam masyarakat, contohnya sebagai pemilih dalam pemilu,
atapun sebagai warga negara).
Menurut pendapat saya, identitas nasional
dan jati diri suatu bangsa harus dijaga agar bangsa tersebut tidak mudah
dihancurkan oleh bangsa lain dan menjadi bangsa yang kuat. Kita mungkin
terkadang bingung mengenai apa itu identitas nasional bangsa indonesia,
oleh karena itu topik identitas nasional yang kita pelajari dalam pelajaran
citizenship ini dapat membantu kita memahami arti dari identitas nasional dan
bagaimana kita bertindak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat. Topik identitas nasional dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi
diantara warga negara indonesia jika setiap warga negara menyadari dan
mengimplementasikan nilai-nilai identitas nasional yang telah ada. Namun dalam
pengamatan saya, identitas nasional di negara ini mulai memudar. Kurangnya rasa
nasionalisme dan rasa “satu indonesia” membuat identitas nasional negara ini
menjadi kacau atau disebut krisis identitas nasional. Salah satu definisi
nasionalisme yaitu menurut Arif Budiman nasionalisme adalah persatuan secara
kelompok dari suatu bangsa yang mempunyai sejarah yang sama, bahasa yang sama
dan pengalaman yang sama. Sejarah mengenai nasionalisme di indonesia dimulai
dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak
berdirinya organisasi-organisasi pemuda pada saat itu.
Saat ini dapat kita lihat bahwa indonesia
telah mengalami krisis identitas nasional. Banyak penduduk indonesia telah
melupakan unsur unsur kebudayan yang merupakan basis dari identitas nasional
suatu bangsa. Contohnya yaitu budaya barat yang masuk ke indonesia melalui globalisasi
telah banyak mengubah pola hidup generasi muda saat ini, salah satunya yaitu
melupakan kultur budaya bangsa indonesia sendiri.
2.6 Cara Melestarikan Budaya Indonesia
Bangsa
Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua
sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda
– beda tetap satu jua “
Kebudayaan
lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana
kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing merupakan suatu harus tetap
kita pertahankan karena ini meryupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa
kita, oleh karena itu supay kebudayaan – kebudayaan asli bangsa indonesia ini
tetap ada marilah kita jaga bersama, adapun cara memelihara kebudayaan asli
bangsa indonesia adalah sebagai berikut :
2.6.1 Melalui
Media Massa
Media
massa mempunyai tugas dan kewajiban–selain menjadi sarana dan prasarana
komunikasi–untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa
di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita,
artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya)–dari yang kurang menarik
sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat
menyenangkan – tanpa ada batasan kurun waktu.
Oleh karenanya, dalam komunikasi melalui media
massa, media massa dan manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dan
saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai kepentingan,
masing-masing saling memerlukan. Media massa membutuhkan berita dan informasi
untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri maupun untuk
kepentingan orang atau institusi lainnya; di lain pihak, manusia membutuhkan
adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu.
Televisi sebagai media publik mempunyai daya
tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau radio mempunyai daya tarik
yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, maka
televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki unsur visual berupa
gambar. Dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar hidup yang mampu
menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini selain melebihi
radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat dinikmati di rumah
dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain menyajikan film juga
programa yang lain seperti seni tradisional. Sesuai fungsinya, media massa
(termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi lainnya yang cukup
penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi
media(tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat
fungsi media tersebut adalah:
- Pengawasan (Surveillance)
- Korelasi (Correlation)
- Penyampaian Warisan Sosial (Transmission
of the Social Heritage)
- Hiburan (Entertainment)
2.6.2 Pementasan
– Pementasan
Walau tidak mudah upaya-upaya pelestarian
budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan berbagai cara diantaranya
adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional di berbagai pusat
kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya
pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung oleh berbagai pihak
termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media massa termasuk
televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali akan bergairah
2.6.3 Melibatkan
peran pemerintah
Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai
pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi
kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau
dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.
Dan tugas utama yang harus dibenahi adalah
bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal
dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan
megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak
diklaim oleh negara lain.
2.6.4 Menyelenggarakan
mata pelajaran muatan lokal
Dengan adanya Sekolah
Selenggarakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis
pelestarian seni budaya setempat, dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga
memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat
mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia.
BAB
III PENUTUP
3.2 Kesimpulan
Budaya adalah suatu warisan dari leluhur atau
nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Negara Indonesia disebut Negara
maritim karena dikelilingin oleh banyak pulau, budaya Indonesia sangat banyak
dan beraneka ragam,budaya itulah yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan
agar tidak punah atuapun diclam oleh Negara lain.
Indonesia Negara yang sangat kaya dan unik,negara Indonesa juga beraneka ragam suku bangsanya. Tapi sangat disayangkan setelah banyak pengakuan dari negara lain bahwa tari pendet,masakan padang,reog diponogoro diclam oleh negara tetangga baru Indonesia merasa itu adalah budaya yang harus dilestarikan. Negara tetangga menjadikan budaya kita sebagai aset pariwisata yang sangat menguntungkan. Mangapa kita tidak melakukan itu? yang berdampak positif bagi Negara kita, Baik dalam bertambahnya pendapatan Negara dan kita juga sudah melestarikan budaya kita sendiri.
Saya sebagai generasi muda ingin sekali memberikan pencerahan bahwa budaya itu perlu dilestarikan salah satunya adalah tidak malu belajar menari dari 30 propinsi yang ada diindonesia dan seandainya kita bisa kita harus mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena mereka adalah salah satu generasi bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini.
Satu hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak akan mengalami perubahan besar tetapi dari hal kecil yang kita lakukan kita mendapat perubahan yang besar. Janganlah malu memakai produk dalam negeri bukan berarti produk dalam negeri itu kulitas dan kuantitasnya tidak bagus. Justru produk indonesia banyak disukai oleh Negara tetangga. Buktinya saja batik, banyak sekali turis mancanegara yang membawa cendra mata batik apabila datang keindonesia. Jadi megapa kita harus malu memakai produk dalam negeri? justru itu bisa membantu perekonomian di Negara kita.
Indonesia Negara yang sangat kaya dan unik,negara Indonesa juga beraneka ragam suku bangsanya. Tapi sangat disayangkan setelah banyak pengakuan dari negara lain bahwa tari pendet,masakan padang,reog diponogoro diclam oleh negara tetangga baru Indonesia merasa itu adalah budaya yang harus dilestarikan. Negara tetangga menjadikan budaya kita sebagai aset pariwisata yang sangat menguntungkan. Mangapa kita tidak melakukan itu? yang berdampak positif bagi Negara kita, Baik dalam bertambahnya pendapatan Negara dan kita juga sudah melestarikan budaya kita sendiri.
Saya sebagai generasi muda ingin sekali memberikan pencerahan bahwa budaya itu perlu dilestarikan salah satunya adalah tidak malu belajar menari dari 30 propinsi yang ada diindonesia dan seandainya kita bisa kita harus mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena mereka adalah salah satu generasi bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini.
Satu hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak akan mengalami perubahan besar tetapi dari hal kecil yang kita lakukan kita mendapat perubahan yang besar. Janganlah malu memakai produk dalam negeri bukan berarti produk dalam negeri itu kulitas dan kuantitasnya tidak bagus. Justru produk indonesia banyak disukai oleh Negara tetangga. Buktinya saja batik, banyak sekali turis mancanegara yang membawa cendra mata batik apabila datang keindonesia. Jadi megapa kita harus malu memakai produk dalam negeri? justru itu bisa membantu perekonomian di Negara kita.
3.2 Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar